Friday, September 20, 2013

Rangkuman Riset Operasi : Sejarah, Asal-usul, Sifat, Tahapan-tahapan, dan Dampak dari Riset Operasi

SEJARAH RISET OPERASI

Riset operasi dimulai sejak revolusi industri dilakukan. Dunia usaha mengalami perubahan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan. Bagian yang mengalami perubahan yang cukup menyolok adalah perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab manajemen dalam organisasi-organisasi tersebut. Disisi lain, organisasi-organisasi (perusahaan) pada saat ini harus beroperasi di dalam situasi dan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis dan selalu bergejolak, serta siap untuk berubah-ubah. Perubahan-perubahan tersebut terjadi sebagai akibat dari kemajuan teknologi yang begitu pesat ditambah dengan dampak dari beberapa faktor-faktor lingkungan lainnya seperti keadaan ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Perkembangan Kemajuan teknologi tersebut telah menghasilkan dunia komputerisasi. Buah-buah pembangunan telah melahirkan para pimpinan dan pengambilan keputusan, para peneliti, perencana dan pendidik untuk memikirkan serta memecahkan/menganalisis permasalahan, mengambil langkah-langkah dan strategi yang tepat serta target yang sesuai secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan, yakni hasil yang memuaskan. Hasil yang memuaskan tersebut adalah hasil yang optimal yang berarti dampak positipnya maksimum dan dampak negatipnya minimum.

Pola berpikir, pola analisis dan pemecahan masalah, pola pengambilan langkah-langkah, serta pola penyusunan strategi dan target secara sistematis tersebut, disebut sebagai pola pendekatan ilmiah.

Arti riset operasi (operations research) telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli.

Ø Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif. Definisi ini kurang tegas karena tidak tercermin perbedaan antara riset operasi dengan disiplin ilmu yang lain.

Ø Churchman, Arkoff dan Arnoff pada tahun 1950-an mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum masalah-masalah tersebut.

Ø Miller dan M.K. Starr mengartikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal.

Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa riset operasi berkenaan dengan pengambilan keputusan yang optimal dalam, dan penyusunan model dari sistem-sistem baik yang diterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata. Atau dunia pengelolaan atau dunia usaha yang memakai pendekatan ilmiah atau pendekatan sistematis disebut riset operasi (Operations Resech).

Tim-tim riset operasi dalam lingkungan dunia bisnis ini menandai kemajuan teknik-teknik riset operasi. Sebagai contoh utama adalah metode simpleks untuk pemecahan masalah-masalah linear programming, yang dikembangkan oleh George Dantzig dalam tahun 1947. Disamping itu banyak peralatan-peralatan riset operasi standar, seperti linear programming, dynamic programming, teori antrian dan teori pengendalian persediaan telah dikembangkan sebelum akhir tahun 1950-an.

Dalam hal ini termasuk menentukan pilihan dari alternatif-alternatif yang ada secara umum meliputi langkah-langkah :

1. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah terdiri dari :
Penentuan dan perumusan tujuan yang jelas dari persoalan dalam sistem model yang dihadapi. Identifikasi perubah yang dipakai sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Kumpulkan data tentang kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan terhadap perubah-perubah dalam fungsi tujuan sistem model yang dipelajari.

2. Penyusunan model
Penyusunan model terdiri dari :
Memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahannya. Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematika. Menentukan perubah-perubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya dengan nilai-nilai dan parameter yang jelas.

3. Analisa model
Analisa model terdiri dari tiga hal penting, yaitu :
· Melakukan analisis terhadap model yang telah disusun dan dipilih.
· Memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal).
· Melakukan uji kepekaan dan anlisis postoptimal terhadap hasil-hasil terhadap analisis model.

4. Pengesahan model
Analisis pengesahan model menyangkut penilaian terhadap model tersebut dengan cara mencocokannya dengan keadaan dan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural (yaitu perubahnya, hubungan-hubungan fungsionalnya, dan lain-lain).

5. Implementasi hasil
Hasil-hasil yang diperoleh berupa nilai-nilai yang akan dipakai dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan hasil-hasil analisis yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan keputusan yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan strategi-strategi, target-target, langkah-langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambilan keputusan dalam bentuk alternatif-alternatif pilihan.

ASAL-USUL RISET OPERASI

Pada prinsipnya suatu organisasi merupakan wadah sebagai tempat untuk bekerja sama di bawah pimpinan (manager) organisasi tersebut dalam rangka mencapai tujuan (objectives) organisasi (perusahaan). Adalah tugas pimpinan (manager) untuk memanage input secara efisien dan efektif untuk mencapai output terbaik (the best output). Output bisa berupa produksi barang/jasa yang harus dijual untuk memperoleh keuntungan atau laba (profit). Bagi suatu perusahaan, produksi bukan merupakan tujuan akhir, mungkin tujuan akhir yang akan dicapai suatu perusahaan adalah jumlah penjualan yang sebanyak – banyaknya (maximum revenue) / jumlah keuntungan sebesar – besarnya (maximum profit).

Didalam kehidupan sehari-hari selalu terjadi perselisihan kepentingan (conflict of interest), seperti dapat digambarkan dalam uraian berikut ini. Direktur produksi menentukan dalam tahap perencanaannya untuk memproduksi sebanyak-banyaknya, dengan dasar pertimbangan bahwa makin banyak produksi dan penjualan, maka pada gilirannya makin banyak keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan. Dasar pemikiran itu benar seandainya seluruh hasil produksi laku dijual. Kemudian terjadi perlombaan antar direktur untuk meningkatkan bidang masing-masing. Masing-masing melihat kepentingan unit organisasinya sendiri. Dapatkah dengan cara sendiri-sendiri ini mereka mencapai tujuan perusahaan yaitu keuntungan sebesar-besarnya? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Bayangkan seandainya jumlah permintaan turun. Dalam hal ini informasi pasar sangat perlu, khususnya mengenai jumlah permintaan dari masyarakat, kemampuan daya beli, dan selera mereka. Jangan lupa bahwa didalam prakteknya pimpinan perusahaan dihadapkan kepada kenyataan adanya pembatasan-pembatasan (limitation). Jelaslah bahwa tersedianya input terbatas padahal output yang akan dicapai harus seoptimal mungkin (maximum profit / minimum loss).

Permasalahan / persoalan yang timbul kemudian adanya suatu pertanyaan :
Bagaimana caranya, dalam keadaan input yang serba terbatas ini harus dapat dicapai suatu pemecahan yang optimum. Cara pemecahannya dengan menggunakan teknik riset operasi (operation research).

SIFAT DARI RISET OPERASI

Riset operasi mencakup dua kata yaitu riset yang harus menggunakan metode ilmiah dan operasi yang berhubungan dengan proses atau berlangsungnya suatu kegiatan. Jadi riset operasi adalah riset yang dilakukan terhadap suatu proses / operasi atau berlangsungnya suatu kegiatan yang dilakukan oleh unit organisasi. Suatu proses kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan / mencapai output yang paling baik dengan menggunakan input yang dalam prakteknya serba terbatas. Dalam keadaan serba terbatas itulah harus dicapai suatu pemecahan yang optimum (maksimum/minimum). Disinilah letak pentingnya RO sebagai alat / teknik untuk memecahkan persoalan pencapaian output yang optimum dengan input yang serba terbatas dengan menggunakan metode ilmiah.

TAHAPAN – TAHAPAN DALAM RISET OPERASI

Tahapan-tahapan dalam penerapan RO untuk memecahkan persoalan adalah sebagai berikut:

(1) Merumuskan/menganalisis persoalan sehingga jelas tujuan apa yang akan dicapai.

(2) Pembentukan model matematika untuk mencerminkan persoalan yang akan dipecahkan. Biasanya model dinyatakan dalam bentuk persamaan yang menggambarkan hubungan antara input dan output serta tujuan yang akan dicapai dalam bentuk fungsi objektif.

(3) Mencari pemecahan dari model yang telah dibuat dalam tahap sebelumnya, misalnya dengan menggunakan metode simpleks.

(4) Menguji model dan hasil pemecahan dari penggunaan model. Sering juga disebut melakukan validasi. Harus ada mekanisme untuk mengontrol pemecahan, misalnya dengan menggunakan kriteria tertentu.

(5) Implementasi hasil pemecahan.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa RO berkenaan dengan pembuatan keputusan yang optimal dan pembuatan model matematika tentang suatu sistem yang deterministis dan probabilistis sifatnya yang berasal dari kehidupan nyata.

Kontribusi dari pendekatan RO yang sifatnya pendekatan sistem terletak pada ciri-cirinya yang antara lain :

(1) Menstrukturkan keadaan kehidupan nyata kedalam model matematika; mengabstraksi elemen-elemen pokoknya sedemikian rupa sehingga suatu pemecahan yang relevan dengan tujuan yang akan dicapai oleh pembuat keputusan bisa dicari.

(2) Mencari struktur dari pemecahan yang demikian itu dan mengembangkan prosedur yang sistematis untuk memperolehnya.

(3) Mengembangkan suatu pemecahan, termasuk teori matematika kalau dirasakan perlu, yang menghasilkan nilai optimal dari suatu sistem.

DAMPAK DARI RISET OPERASI

Beberapa jenis persoalan yang telah dipecahkan dengan menggunakan teknik-teknik dalam RO antara lain linear progamming, dynamic progamming, teori antrian, teori inventori, teori permainan (game theory), simulasi, network planning. Linnear progamming telah dipergunakan dan telah mencapai sukses didalam pemecahan persoalan yang berkenaan dengan penugasan personnel (assignment of personnel), blending of materials, distribusi dan transportasi serta Investment. Dynamic progamming telah berhasil diterapkan dalam perencanaan pengeluaran periklanan, usaha mendistribusikan penjualan dan penjadwalan produksi (produstion schedulling). Teori antrian (queuing or waiting line theory) berhasil diterapkan dalam memecahkan kemacetan lalu lintas (traffic congestion), pelayanan mesin-mesin akibat perusakan, penentuan jumlah pemberi pelayanan yang optimal, penjadwalan lalu lintas udara (air traffic schedulling), mendesain dam, penjadwalan produksi, meminimumkan waktu menunggu untuk menerima pelayanan, operasi dalam rumah sakit, dan lain sebagainya. Teknik-teknik RO lainnya seperti teori inventori, teori permainan (game theory) dan simulasi telah menunjukkan sukses yang besar dalam pemecahan beberapa jenis permasalahan / persoalan.

(Rangkuman ini dibuat untuk Tugas Mata Kuliah ECL-720 Riset Operasi STT-PLN Jakarta)
Note : Unduh materi ini dalam bentuk file PDF [LINK]
Location: Jakarta, Indonesia

0 comments:

Post a Comment